Senin, September 10

If...Someday & The Wedding Games

Weekend ini cuma ditemani novel yg dadakan dibeli. Novel pertama yg berjudul If..Someday, tertarik beli karena baca quote dihalaman depannya "Ketika seseorang menutup ruang hatinya untukmu, yakinlah ada ruang hati lain yang menunggu untuk kau masuki" nah penasaran saya dibuatnya, apakah isi cerita sedahsyat quotenya ^0^. Lalu buku kedua yg saya pilih The Wedding Games alasannya karena waktu baca sinopsisnya ini recommended utk dibaca.
If...Someday, kalau dibaca ini genrenya teenlit. Aura dan Farrel adalah sahabat yang sudah bersahabat dari kecil hingga mereka duduk di bangku SMA. Dan di SMA, Aura mendapatkan seorang teman, Evan yang dari pertama kali melihat Aura sudah jatuh cinta kepada Aura. Pada suatu hari, Karen kembali ke sekolah, dan membuat Aura jadi kehilangan Farrel karna Farrel sering menghabiskan waktu bersama Karen, calon tunangannya, sehingga tidak ada waktu untuk Aura dan melupakannya. Saat dia sendiri, Aura merasa sangat kehilangan Farrel. Dan di sadar bahwa perasaannya terhadap Farrel bukan hanya sebatas sayang terhadap teman, tapi cinta. Di saat kesepian itulah, Evan hadir dan membuat hari-hari Aura lebih bewarna. Evan membantu Aura untuk bangkit kembali, tidak terpuruk. Tapi saat Evan menyatakan perasaannya kepada Aura dia tidak menjawab ya atau tidak. Aura tidak tahu pasti akan perasaannya terhadap Evan untuk saat ini. Evan dengan sabar, akan menunggu Aura hingga bisa membuka hatinya untuk dirinya sepenuh hati. Saat Farrel melihat kebersamaan Aura dan Evan, dia merasa cemburu dan ingin marah kepada Evan. Tapi dia bingung mana yang sebenarnya yang ia cintai Karen atau Aura yang telah menjadi sahabatnya? Sayangnya saat Farrel mulai menyadari perasaannya yang sesungguhnya bahwa dia sangat mencintai Aura, bukan Karen dan dia terlambat. Di sisi lain, Aura telah membuka hatinya perlahan-lahan untuk Evan, tapi sebuah kenyataan membuatnya kehilangan Evan. Saat dia kehilangan Evan, Aura sadar ternyata keberadaan seseorang akan sangat berarti ketika dia sudah tidak ada. So, bagaimana akhir cerita tentang kehidupan cinta Aura? Menurut gw ceritanya seperti kebanyakan novel remaja lainnya, ketebak endingnya :)
Novel kedua yg gw baca judulnya The Wedding Games. Gw tidak ingin mengulas lengkap mengenai novel ini loh ya dan silahkan membaca sendiri agar bisa menyelami. Bagus dan menarik! Cocok sekali dibaca untuk perempuan Indonesia agar tidak salah mengartikan emansipasi. Disarankan teman-teman membacanya! Bagi gw, ada sisi menarik dari novel The Wedding Games ini menceritakan hubungan suami-istri dengan seluruh gegap gempita aktivitas sehari-hari mereka yang terkadang membuat kita "lupa" akan inti tujuan yang ingin kita raih. Banyak hal yang saya kagumi dari The Wedding Games ini.. khususnya bagi kita perempuan.. seperti yg dituliskan: Memang betul, emansipasi seperti dua mata uang. Selain memberikan kesempatan pada kaum perempuan untuk bisa berperan lebih di masyarakat, (bukan hanya sebagai warga negara kelas dua yang cuma pantas tinggal di rumah mengurus anak dan suami), emansipasi juga memberi kita banyak pilihan. Tapi terkadang saking banyaknya pilihan malah bikin kita susah bernapas, bikin kita jadi merasa dituntut untuk melakukan banyak hal sekaligus, menjalankan berbagai fungsi secara bersamaan. Emansipasi memberi kita sebagai perempuan kemerdekaan (bekerja, aktivitas sosial, punya bisnis sendiri online shop termasuk loh ya hehe).. tapi secara otomatis kemerdekaan mensyaratkan tanggung jawab yang ngga main-main. gw pun menyadari bahwa emansipasi tidak membuat hidup perempuan lebih mudah, tapi justru complicated! Zaman dulu tuntutan untuk perempuan jelas dan cuma satu: jadi istri dan ibu yg baik utk anak-anaknya. Tapi zaman sekarang, perempuan tuh harus cerdas, berpenampilan menarik, berpendidikan, sukses, punya karier yang bagus, tapi tetap harus jadi istri dan ibu yang baik. Pekerjaan seorang perempuan rasanya tak ada pernah habisnya. Setelah membaca The Wedding Games ini satu hal yang gw yakini merupakan nilai penting yang dibutuhkan yaitu: Komunikasi yang baik terhadap pasangan. Selain itu saya berusaha agar masalah rumah tangga dan pekerjaan/bisnis tidak tercampur aduk dan harus punya skala prioritas bahwa keluarga nomor satu :) Sesuai agama yang saya anut, apapun aktivitas yang saya lakukan hanya mengharap pahala dari pencipta semesta ini dimana gw harus mempertanggungjawabkannya nanti.

Tidak ada komentar: